"Perkembangan Televisi dari Masa ke Masa"
Perkembangan teknologi informasi saat ini hampir seluruh sektor manusia menggunakan informasi. pada kehidupan sosial maupun politik teknologi tidaklah pernah lepas dari kehidupan, ada beragam hal yang sifatnya baru dalam dunia teknologi baik itu dinamis ataupun inovatif merupakan ciri utamanya. berdasarkan kebutuhan sehari-hari banyak yang tidak lepas dari teknologi. Teknologi informasi banyak hal menarik yang kita bisa dapatkan, seperti hal-hal baru yang sampai saat ini banyak peminatnya. information technology atau di singkat dengan TI dalam perkembanganya di era ini tidak hanya menawarkan inovasi-inovasi terbaru, banyak juga infrastruktur yang dalam pembuatanya banyak mebutuhkan teknologi-teknologi terbaru yang sangkat dibutuhkan dalam era ini.
Teknologi informasi (IT) mempunyai cakupan yang sangat luas. Saat kita mengulas tema ini biasanya akan terhubung aspek-aspek lain diluarnya yang dalam kenyataannya memang saling terkait satu sama lain, sebagai contoh teknologi informasi dan komunikasi. secara garis besar akan saling bersinggungan. Secara umum pengertian teknologi informasi atau IT adalah semua hal yang berkaitan dengan mekanisme menggunakan perangkat tertentu untuk mengolah termasuk juga modifikasi informasi ada juga arti lain Teknologi informasi merupakan suatu teknologi yang memiliki fungsi dalam mengolah data, memproses data, memperoleh, menyusun, menyimpan, mengubah data dengan segala macam cara untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat atau juga berkualitas.
Tujuan dari teknologi informasi ini ialah untuk
menyelesaikan masalah, menumbuhkan kreativitas, meningkatkan efektivitas serta
efisiensi didalam melaksanakan pada suatu pekerjaan. Maka dengan adanya
teknologi informasi tersebut akan membuat manusia lebih mudah serta efisien
dalam bekerja.
Fungsi Teknologi Informasi
Dibawah ini merupakan fungsi dari teknologi informasi
ialah sebagai berikut:
1. Menangkap (Capture)
Ialah melakukan atau juga melaksanakan capture
terhadap data serta informasi
2. Menyimpan
(Storage)
Menyimpan data atau informasi itu didalam bentuk media
untuk kepentingan lain. Seperti misalnya disket, hardisk, compact disk dan
lainnya.
3. Mengolah (Processing)
Fungsi mengolah pada teknologi informasi ini ialah
memproses data yang diterima untuk dapat menjadikan suatu informasi. Pengolahan
data atau juga pemrosesan dapat berbentuk mengubah data ke bentuk lainnya.
Menganalisis kondisi, menghitung, menggabungkan serta seluruh dalam bentuk data
serta informasi
4. Transmisi (Transmission)
Transmisi merupakan mengirim data serta juga informasi
dari satu lokasi menuju lokasi lain itu dengan jaringan komputer.
5. Mencari Kembali (Retrifal)
Merupakan melaksanakan penelusuran untuk dapat
memperoleh kembali atau juga menyalin data serta informasi yang sudah disimpan.
6. Menghasilkan (Generating)
Merupakan mengorganisasi data serta informasi ke dalam
bentuk yang lebih bermanfaat.
Komponen
Teknologi Informasi
Dibawah ini merupakan Komponen dari teknologi
informasi adalah:
a) Hardware
Hardware adalah suatu komponen yang ada pada komputer,
bisa dilihat secara kasat mata dan mampu disentuh secara fisik. Fungsi hardware
antara lain untuk mendukung kinerja komputer, sebagai pengolah data, dan
menampilkan input proses. Beberapa contoh hardware dalam komputer yaitu:
- CPU (Central Processing Unit).
CPU berisi rangkaian sirkuit yang menyimpan
instruksi-instruksi pemrosesan dan penyimpanan data
- Monitor.
Monitor merupakan alat yang mampu menampilkan teks
maupun gambar dari data yang sedang diproses dalam CPU.
- Keyboard
Keyboard merupakan alat untuk memasukkan data maupun
perintah ke CPU, biasanya terdiri atas rangkaian huruf, angka, dan tombol
fungsi lainnya.
- Mouse
Mouse merupakan alat bantu untuk memberikan perintah
dalam memproses data atau mengedit data.
- CD ROM
Alat tambahan (alat peripheral) yang mampu menyimpan
dan menuliskan data dan program melalui media CD (Compact Disk). Alat ini
didesain mampu menuliskan dan membaca data atau program melalui sistem optik.
- Harddisk.
Harddisk merupakan alat untuk menyimpan data dalam
kapasitas besar yang dilapisi secara magnetis.
- Compact Disk (CD)
Compact Disk adalah media penyimpanan yang terbuat
dari bahan plastik. Proses penyimpanan dan pembacaan datanya menggunakan sistem
optik.
- Floppy Disk
Floppy disk merupakan alat tambahan untuk menyimpan
atau menuliskan ke dalam disket maupun sebaliknya, ukuran yang umum digunakan
adalah ukuran 3,5 inchi.
- Scanner.
Scanner merupakan alat Bantu untuk memasukkan data
berupa gambar atau grafik dan mengubahnya ke dalam bentuk digital sehingga
dapat diproses dan digabungkan dengan bentuk data yang berupa teks.
- Printer.
Printer merupakan alat yang memproduksi keluaran data
(output) berbentuk cetak,berupa teks maupun gambar/grafik.
b) Software
Software adalah kumpulan data elektronik yang disimpan
dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan komputer bisa berupa
program yang berguna untuk menjalankan suatu perintah. Beberapa jenis software
antara lain sebagai berikut:
1. Software system.
Software system terdiri dari 3 yakni sistem operasi,
program bantu, dan bahasa pemrograman. Penjelasannya sebagai berikut:
- Sistem operasi
Sistem operasi merupakan perangkat lunak yang
menjembatani pengguna dan perangkat keras. Contoh sistem operasi yang sering
digunakan adalah Windows, DOS, Linux, dan lain sebagainya.
- Program bantu (utility)
Program Bantu merupakan suatu program yang berfungsi
untuk membantu sistem operasi, contohnya seperti antivirus, defragmenter,
format disket, dan masih banyak lagi.
- Bahasa pemrograman
Bahasa pemrograman merupakan suatu aplikasi yang
berguna mengkonversi perhitungan yang bersifat matematis menjadi suatu
aplikasi. Sebagai contoh bahasa pemrograman Php, java, C++ dan sebagainya.
2. Software aplikasi.
Software aplikasi merupakan perangkat yang berfungsi untuk melakukan berbagai bentuk tugas perkantoran seperti pengolah kata, lembar kerja, presentasi, pengolahan halaman web, hingga perangkat media player, dan sebagainya. Software aplikasi dapat dikelompokkan dalam beberapa bagian, yaitu:
- Pengolahan kata (word processor)
Berfungsi untuk melakukan pengolahan kata yaitu
pekerjaan yang berhubungan dengan naskah dan berbagai macam administrasi
surat-menyurat.
Contoh aplikasi: Microsoft Word, Amipro, Wordperfect,
dan Wordstar.
- Pengolah angka (spreadsheet).
Pengolah angka berfungsi untuk melakukan pekerjaan
yang banyak berhubungan dengan angka-angka, seperti penggunaan perhitungan,
laporan keuangan, dan grafik.
Contoh aplikasi: Microsoft Excel, Symphony, Super
Calc, Lotus 123, Quatro Pro.
- Pengolah data (database).
Berfungsi untuk melakukan pengolahan data, baik berupa
angka, atau gabungan angka dan kata.
Contoh aplikasi: Microsoft Access, dBase, Foxbase,
Foxpro, Clipper, Paradox dan lain sebagainya.
- Multimedia.
Software ini digunakan untuk memutar musik, menonton
film, yang menampilkan gambar maupun audio.
Contoh aplikasi: Winamp, Audio Pro, RealPlayer, Xing,
Jet Audio, dan masih banyak lagi.
- Komunikasi dan internet.
Software aplikasi untuk komunikasi dan internet bisa
menghubungkan banyak orang dalam jangkauan. Beberapa aplikasi yang bisa
digunakan contohnya ada Internet Explorer, Google Chrome, Opera, MIRC, ICQ, dan
lain-lain.
- Antivirus.
Seperti namanya software ini berfungsi untuk membasmi
virus dari perangkat penyimpan komputer. Sebab virus bisa merusak data atau
program tertentu dalam komputer.
Contoh aplikasi: Avira, SMADAV, Mcafee, Norton
Antivirus, Panda, dan lainnya.
- Pendidikan dan game.
Software ini secara khusus digunakan untuk membantu
memahami pelajaran yang dikemas dalam bentuk game agar tidak membosankan,
Contoh aplikasi: PC Globe, Bodyworks, Science
Adventure, Reader Rabbit, dan lain-lain.
c) Brainware (kecerdasan yang ada pada manusia/user)
Istilah brainware memang tak terlalu familiar seperti
software dan hardware, namun brainware adalah komponen yang penting lho.
Sebenarnya brainware adalah sebutan untuk manusia yang memakai, menggunakan
atau mengoperasikan komputer. Tanpa adanya pengguna, komputer tentu saja tidak
akan pernah bisa dijalankan.
Beberapa contoh brainware antara lain:
- Programer, yakni orang yang membuat dan
mempersiapkan program-program yang diperlukan dalam komputer.
- Administrator, yakni orang yang bertugas untuk
mengelola sistem operasi dan program yang berjalan pada jaringan komputer.
- Operator, yaitu orang yang bertugas melayani dan
menjalankan sistem yang berhubungan dengan perangkat komputer.
d) Data, Informasi, dan Pengetahuan
Data adalah fakta-fakta mentah atau
deskripsi-deskripsi dasar dari hal, event, aktivitas, dan traksaksi yang
ditangkap, direkam, disimpan, diklasifikasikan, tetapi tidak diorganisasikan
untuk tujuan spesifik tertentu. Contoh data antara lain terdiri dari saldo
bank, atau jumlah jam pekerja yang bekerja dalam periode pembayaran.
Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang
diorganisir dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si
penerima. Sebagai contoh, bila kita memasukkan nama-nama murid dengan nilai
rata-rata, nama-nama konsumen dengan saldo bank, jumlah gaji dengan jumlah jam
bekerja, kita akan mendapatkan informasi yang berguna. Dengan kata lain,
informasi datang dari data yang akan diproses.
Pengetahuan terdiri dari informasi yang sudah
diorganisasikan dan diproses untuk memperoleh pemahaman, pengalaman,
pembelajaran yang terakumulasi, sehingga dapat diaplikasikan dalam masalah atau
proses bisnis tertentu.
Contoh Teknologi Informasi
Adapun contoh dari teknologi informasi adalah
Komputer, Laptop, Smartphone, Televisi, dan lainnya.
Pada artikel ini juga saya akan membahas tentang
Perkembangan Teknologi Informasi (Televisi)
Sejarah awal
Pada masa awal perkembangannya, televisi menggunakan
gabungan teknologi optik, mekanik, dan elektronik untuk merekam, menampilkan,
dan menyiarkan gambar visual. Bagaimanapun, pada akhir 1920-an, sistem
pertelevisian yang hanya menggunakan teknologi optik dan elektronik saja telah
dikembangkan, di mana semua sistem televisi modern menerapkan teknologi ini.
Walaupun sistem mekanik akhirnya tidak lagi digunakan, pengetahuan yang didapat
dari pengembangan sistem elektromekanis sangatlah penting dalam pengembangan
sistem televisi elektronik penuh.
Gambar pertama yang berhasil dikirimkan secara
elektrik adalah melalui mesin faksimile mekanik sederhana, (seperti
pantelegraf) yang dikembangkan pada akhir abad ke-19. Konsep pengiriman gambar
bergerak yang menggunakan daya elektrik pertama kali diuraikan pada 1878
sebagai "teleponoskop" (konsep gabungan telepon dan gambar bergerak),
tidak lama setelah penemuan telepon. Pada saat itu, para penulis fiksi ilmiah
telah membayangkan bahwa suatu hari nanti cahaya juga akan dapat dikirimkan
melalui medium kabel, seperti halnya suara.
Ide untuk menggunakan sistem pemindaian gambar untuk
mengirim gambar pertama kali dipraktikkan pada 1881 menggunakan pantelegraf,
yaitu menggunakan mekanisme pemindaian pendulum. Semenjak itu, berbagai teknik
pemindaian gambar telah digunakan di hampir setiap teknologi pengiriman gambar,
termasuk televisi. Inilah konsep yang bernama "perasteran", yaitu
proses mengubah gambar visual menjadi arus gelombang elektrik.
1880-an: Cakram Nipkow
Pada tahun 1884, Paul Gottlieb Nipkow, seorang
mahasiswa 23 tahun di Jerman, mematenkan sistem televisi elektromekanik yang
menggunakan cakram Nipkow, sebuah cakram berputar dengan serangkaian lubang
yang disusun secara spiral ke pusat cakaram yang digunakan dalam proses
perasteran. Setiap lubang cakram diposisikan dengan selisih sudut yang sama
agar dalam setiap putarannya cakram tersebut dapat meneruskan cahaya melalui
setiap lubang hingga mengenai lapisan selenium peka cahaya yang menghasilkan
denyut elektrik. Seiring dengan peletakan posisi gambar yang difokuskan dipusat
cakram, setiap lubang akan memindai setiap "iris" horizontal dari
keseluruhan gambar. Alat buatan Nipkow ini tidak benar-benar dapat dipraktikkan
hingga adanya kemajuan dalam teknologi tabung penguat. Namun, alat tersebut
hanya dapat memancarkan gambar "halftone" — dikarenakan lubang dengan
posisi tertentu dengan ukuran berbeda-beda — melalui kabel telegraf atau
telepon.
Rancangan selanjutnya adalah menggunakan pemindai
mirror-drum berputar sebagai perekam gambar dan tabung sinar katode (CRT)
sebagai perangkat tampilan. Pada 1907, seorang ilmuwan Rusia, Boris Rosing,
menjadi penemu pertama yang menggunakan CRT dalam perangkat penerima dari
sistem televisi eksperimental. Dia menggunakan pemindai "mirror-drum"
untuk mengirim gambar geometrik sederhana ke CRT. Namun, untuk merekam gambar
bergerak masih tidak dapat dilakukan, karena kepekaan detektor selenium yang
rendah.
1920-an: Penemuan John Logie Baird
Penemu asal Skotlandia, John Logie Baird berhasil
menunjukan cara pemancaran gambar-bayangan bergerak di London pada tahun 1925,
diikuti gambar bergerak monokrom pada tahun 1926. Cakram pemindai Baird dapat
menghasilkan gambar beresolusi 30 baris (cukup untuk memperlihatkan wajah
manusia) dari lensa dengan spiral ganda. Demonstrasi oleh Baird ini telah
disetujui secara umum oleh dunia sebagai demonstrasi televisi pertama,
sekalipun televisi mekanik tidak lagi digunakan. Pada tahun 1927, Baird juga
menemukan sistem rekaman video pertama di dunia, yaitu "Phonovision",
yaitu dengan memodulasi sinyal output kamera TV-nya ke dalam kisaran jangkauan
audio, dia dapat merekam sinyal tersebut pada cakram audio 10 inci (25 cm)
dengan menggunakan teknologi rekaman audio biasa. Hanya sedikit rekaman
"Phonovision" Baird yang masih ada dan rekaman-rekaman yang masih
bertahan tersebut kemudian diterjemahkan dan diproses menjadi gambar yang dapat
dilihat pada 1990-an menggunakan teknologi pemrosesan-sinyal digital.
Pada 1926, seorang insinyur Hungaria, Kálmán Tihanyi,
merancang sistem televisi dengan perangkat pemindaian dan tampilan yang
sepenuhnya elektronik, dan menggunakan prinsip "penyimpanan isi" di
dalam tabung pemindai (atau "kamera").
Pada 1927, seorang penemu Rusia, Léon Theremin,
mengembangkan sistem televisi dengan mirror-drum yang menggunakan sistem
"video terjalin" untuk menghasilkan resolusi gambar 100 baris.
Pada tahun yang sama, Herbert E. Ives dari Bell Labs
berhasil mengirimkan gambar bergerak dari sebuah cakram 50-tingkap yang
menghasilkan 16 gambar per menit melalui medium kabel dari Washington, D.C. ke
New York City, dan juga melalui gelombang radio dari Whippany, New Jersey. Ives
menggunakan layar penayang sebesar 24 x 30 inci (60 x 75 cm). Subjek rekamannya
termasuk salah satunya Sekretaris Perdagangan Amerika saat itu, Herbert Hoover.
Pada tahun yang sama pula, Philo Farnsworth berhasil membuat sistem televisi pertama di dunia dengan pemindai elektronik pada kedua perangkat tampilan dan pickup, di mana temuannya ini pertama kali ia demonstrasikan di depan media pers pada 1 September 1928.
1930-an: Penyebaran dan penerimaan masyarakat
Braun HF 1, Jerman, 1959
Pada tahun 1936, untuk pertama kalinya olimpiade
Berlin disiarkan ke stasiun televisi di Berlin dan Leipzig di mana masyarakat
umum dapat menyaksikan setiap perlombaan langsung.
Pada masa awal televisi, kotak televisi elektromekanik mulai secara komersial dijual dari tahun 1928 hingga 1934 di Inggris, Amerika Serikat, dan Rusia. Televisi komersial pertama dijual oleh Baird di Britania Raya pada tahun 1928 dalam bentuk penerima radio ditambah dengan komponen-komponen seperti tabung neon di belakang cakram Nipkow yang menghasilkan gambar kemerahan berukuran sebesar perangko pos yang dapat diperbesarkan lagi menggunakan lensa pembesar. "Televisor" ciptaan Baird ini juga dapat digunakan tanpa radio. Televisor yang dijual pada tahun 1930–1933 merupakan pemasaran televisi masal yang pertama. Kira-kira 1.000 unit Televisor berhasil dijual.
Kotak televisi elektronik komersial pertama dengan
tabung sinar katode diproduksi olehTelefunken di Jerman pada 1934, diikuti
oleh produsen elektronik yang lain di Prancis (1936), Britania Raya (1936), dan
Amerika Serikat (1938).
Pada tahun 1936, Kálmán Tihanyi menerangkan prinsip
televisi plasma, yaitu sistem panel datar yang pertama.
Pada tahun 1938 di Amerika, televisi berukuran 3 inci
(7,6 cm) dijual seharga 125 USD (setara dengan 1.863 USD pada tahun 2007.)
Model termurah televisi berukuran 12 inci (30 cm) adalah seharga $445 (setara
dengan $6.633 per 2007).
Tahun penerimaan TV menurut negara
1939 dan sebelum
1940 — 1949
1950 — 1959
1960 — 1969
1970 — 1979
1980 — 1989
1990 — 1999
2000 dan selepas
Tidak ada televisi
Tidak ada data
Kira-kira sebanyak 19.000 unit televisi elektronik
telah diproduksi di Britania, 1.600 unit di Jerman, dan 8.000 unit di Amerika,
sebelum akhirnya War Production Board terpaksa menghentikan produksi TV pada
April 1942 karena pecahnya Perang Dunia II.
Penggunaan TV di Amerika Serikat meningkat kembali
pasca Perang Dunia II setelah produksi TV diizinkan kembali pada Agustus 1945.
Pasca perang, jumlah pemilik TV di Amerika meningkat sekitar 0,5% pada tahun
1946, lalu naik 55,7% pada tahun 1954, dan naik sampai 90% pada tahun 1962. Di
Britania, jumlah pemilik TV meningkat dari 15.000 pada tahun 1947, lalu 1,4
juta pada tahun 1952, hingga 15,1 juta pada tahun 1968.
Komponen kotak televisi
Secara umum cara kerja kotak TV berawal dari antena
yang menerima input frekuensi radio (RF) berupa frekuensi VHF dan UHF yang
kerjanya diatur oleh tuner dan pencari gelombang, selanjutnya sinyal diolah dan
dipisahkan antara gambar dan suara, sementara gambar diolah oleh tabung katode
dan diteruskan ke layar, sinyal suara diproses untuk dipecah menjadi stereo,
untuk kemudian diumpan ke penguat akhir dan speaker.
Perangkat output gambar televisi saat ini menggunakan
berbagai teknologi penampil seperti CRT, LCD, Plasma, DLP, maupun OLED.
Sedangkan untuk terminal input tambahan bagi peranti keras lain, unit televisi
juga dilengkapi dangan terminal input untuk DVD player, konsol permainan video
dan alat pendengar personal. Terminal input lain yang juga kerap dijumpai
termasuk RCA, mini-DIN, HDMI, SCART, dan D-terminal. Ada juga yang dilengkapi
input untuk perekaman suara dan gambar dari acara TV. Sebagian unit TV mewah
dilengkapi dengan port Eternet untuk menerima data dari Internet, seperti nilai
saham, cuaca, ataupun berita. Seluruh unit TV yang diproduksi sejak awal
1980-an juga dilengkapi dengan remote control inframerah untuk mengontrol
saluran siaran, suara, kecerahan, kontras, warna, dll.
Komponen-komponen utama dari sebuah televisi LCD
ukuran 19 inci
Penyiaran dan konten pada televisi
Acara
Terdapat berbagai cara untuk menyiarkan konten TV yang dapat disiarkan untuk umum. Setelah diproduksi, langkah selanjutnya adalah memasarkan dan menjualnya kepada pasar manapun yang ingin membelinya. Hal ini secara tipikal terbagi dalam dua tingkatan:
Tayangan Pertama atau Tayangan Perdana — sebuah badan
produksi menghasilkan acara yang terdiri dari satu atau beberapa episode yang
kemudian ditayangkan dalam sebuah stasiun atau jaringan televisi yang telah
membayar untuk produksi itu sendiri ataupun telah menerima lisensi acara
tersebut dari produser aslinya.
Sindikasi penyiaran — istilah umum yang digunakan
untuk menggambarkan penggunaan acara selanjutnya (setelah tayangan pertama).
Hal ini tidak saja mengatur tayangan lanjutan di negara yang sama (dengan
tayang perdananya), tetapi juga penggunaan internasional yang mungkin sudah
tidak lagi diurus dan berhubungan oleh produser aslinya. Pada umumnya,
organisasi lain (stasiun televisi ataupun individu) akan terikat dalam
melakukan sindikasi, dalam kata lain, mereka hanya dapat menjual suatu acara ke
suatu pasar secara legal dengan adanya kontrak dengan pemegang hak cipta, pada
umumnya adalah produser.
Pembiayaan
Jumlah televisi untuk setiap 1.000 penduduk dunia
1.000+
100-200
500-1.000
50-100
300-500
0-50
200-300
Tidak ada data
Cara pembiayaan penyiaran televisi di seluruh dunia
secara spesifik berbeda-beda. Namun pada dasarnya, konsep pembiayan yang
digunakan adalah sama, yaitu dari pengiklanan, pelisensian (cukai), langganan,
dan sebagainya. Secara global, sumber pendapatan stasiun TV berkisar antara 45—50%
dari pengiklanan, 40—45% dari biaya langganan, dan 10% dari pembiayaan swasta.
Bagi saluran TV berlangganan, demi melindungi
pendapatan, biasanya mereka melakukan enkripsi sinyal untuk memastikan bahwa
hanya orang-orang yang berlangganan saja yang dapat melakukan dekripsi dan
melihat siaran mereka. Sedangkan untuk saluran TV tanpa enkripsi disebut
sebagai siaran gratis (en: free to air / FTA).
Pengiklanan
Penyiaran yang luas membuat televisi menjadi media
yang amat menarik bagi para pengiklan. Kebanyakan jaringan dan stasiun televisi
menjual beberapa bagian waktu penyiaran kepada pengiklan atau sponsor untuk
membiayai jaringan siaran mereka. Harga pengiklanan setiap jaringan
berbeda-beda untuk setiap blok waktunya, tergantung dari rating (larisnya
acara) yang dimiliki oleh suatu acara yang dihitung melalui survei setiap hari.
Cukai dan lisensi
Di beberapa negara, layanan televisi dibiayai dengan
menggunakan sebuah lisensi televisi atau sejenis cukai yang membuat peran iklan
dalam pembiayaan menjadi kecil atau bahkan tidak ada. Sebagai contoh, beberapa
saluran TV yang sedikit menggunakan iklan atau bahkan tidak sama sekali adalah
ABC (Australia), NHK (Jepang), BBC (Inggris), dsb.
BBC Inggris tidak menyiarkan iklan pada salurannya di
Britania Raya, tetapi mereka dibiayai dari lisensi tahunan yang dibayar oleh
semua pemirsa. Iuran lisensi ini ditetapkan oleh pemerintah, tetapi BBC tidak
bertanggungjawab kepada pemerintah atau dikontrol oleh pemerintah.
Dua saluran utama jaringan BBC ditonton oleh lebih
kurang 90% warga Inggris setiap minggu dan menguasai 27% jumlah tontonan
keseluruhan, meskipun 85% rumah tangga menerima berbagai saluran, dengan 42% di
antaranya menerima sekitar 200 saluran gratis via satelit dan 43% lagi menerima
lebih dari 30 saluran melalui layanan Freeview. Lisensi yang membiayai tujuh
saluran TV BBC yang bebas iklan kini seharga £139.50 per tahun (setara USD
215). Ketika suatu acara olahraga yang sama disiarkan di BBC dan saluran
swasta, BBC selalu berhasil mencatat jumlah penonton terbanyak, menandakan
bahwa para penonton lebih suka menonton TV tanpa gangguan dari iklan.
ABC Australia tidak menyiarkan iklan sama sekali
(kecuali sebagai materi promo internal) karena telah dilarang dalam Akta ABC
1983. ABC menerima dana pembiayaan dari Pemerintah Australia setiap tiga tahun
sekali. Pada Anggaran Belanja Australia 2008/09, ABC menerima $ 822,67 juta.
Dana tersebut digunakan untuk seluruh operasional Jaringan Televisi ABC,
termasuk radio, online, dan Produksi Internasional. Jaringan ABC juga
memperoleh keuntungan dari toko-toko ABC Shop di seluruh negara Australia.
Meski dibiayai oleh Pemerintah Australia, kemerdekaan editorial ABC dijamin di
bawah hukum.
Di Prancis dan Irlandia, saluran-saluran yang dibiayai
pemerintah tetap dapat menyiarkan iklan, tetapi semua yang memiliki TV harus
membayar pajak cukai tahunan (la redevance audiovisuelle).
Di Jepang, Jaringan NHK dibiayai oleh cukai lisensi
(dikenal di Jepang sebagai pajak resepsi (受信料 Jushinryō)). Terdapat undang-undang yang
menetapkan bahwa setiap televisi yang menerima siaran NHK diharuskan membayar
pajak. Besarnya pajak telah ditetapkan, dengan diskon untuk pekerja kantor dan
siswa sekolah, termasuk diskon umum untuk penduduk di Daerah Administrasi
Okinawa.
TV berlangganan
Sebagian saluran TV dibiayai oleh pelanggan, oleh
karena itu sinyal siaran akan dipancarkan dengan enkripsi untuk memastikan
bahwa hanya pelanggan yang membayar yang dapat menikmati siaran Stasiun TV
tersebut. Namun, kebanyakan layanan TV berlangganan juga didanai oleh iklan.
Genre
Genre televisi mencangkup bermacam jenis acara yang
bertujuan untuk menghibur, memberi pengetahuan, serta mendidik para penonton.
Genre hiburan dengan biaya produksi paling mahal biasanya adalah drama dan mini
seri.
Di antara genre-genre hiburan yang paling diminati
adalah acara dengan genre action seperti yang melibatkan polisi, kriminal,
detektif, horor, maupun thriller. Terdapat pula ragam genre drama non-aksi
seperti opera sabun. Tontonan fiksi ilmiah dapat tergolong dalam kategori aksi
maupun drama, tergantung apakan lebih menonjolkan sisi filosofikal atau sisi
petualangan. Komedi juga merupakan jenis tontonan populer, termasuk Sitkom (sitkom)
dan animasi acara dewasa seperti Family Guy.
Acara hiburan yang lebih murah antara lain termasuk
acara kuis, wawancara, atraksi, dan realitas. Acara kuis menampilkan para
peserta memperebutkan hadiah dengan menjawab beberapa soal maupun menyelesaikan
teka-teki. Acara wawancara menampilkan wawancara maupun bincang-bincang bersama
tokoh-tokoh terkenal seperti artis hiburan, politikus, pengusaha, dll. Acara
atraksi menampilkan berbagai hiburan seperti pemain musik, pelawak, tukang
sulap, dll. Ada juga acara campuran genre wawancara dan atraksi, terutama acara
wawancara tersohor di mana adanya tambahan hiburan di antara segmen-segmen
wawancara. Acara realitas memperlihatkan orang-orang biasa (bukan aktor) yang
menghadapi tantangan atau pengalaman yang luar biasa, bersaing mendapatkan
gelar juara (Akademi Fantasia), dikerjain (Just For Laughs Gags), atau
merasakan kehidupan orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan (Jika Aku
Menjadi...). Ada juga jenis acara realitas yang mempertontonkan kehidupan
sehari-hari seorang artis (Gugu Gaga Erra) atau artis yang melakukan pekerjaan
seperti pada umumnya orang biasa (The Simple Life).
Komentar
Posting Komentar